Connect with us

Berikut Penjelasan PT. WKS Terkait Konflik Lahan Di Tebo

Daerah

Berikut Penjelasan PT. WKS Terkait Konflik Lahan Di Tebo

SNNJAMBI.COM Jambi – Humas PT. WKS Taufik menjelaskan atas tuduhan penggusuran warga dilahan bersertifikat dan tuduhan atas pembukaan lahan milik warga oleh perusahaan adalah tidak benar. Katanya, Kamis (1/10/2020)

Lahan warga bersertifikat di Dusun Tanjung Pauh dan Dusun Sungai Landai yang dimaksud dalam tuduhan Kelompok Tani Serikat Tani Tebo (KT STT) tersebut tidak berada di dalam izin konsesi PT WKS, sehingga tidak mungkin perusahaan membuka lahan tersebut.

Area yang diolah oleh PT WKS adalah kawasan hutan produksi yang merupakan bagian dari wilayah konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI), sesuai dengan SK terbaru Nomor : 57/MENLHK/SETJEN/HPL.0/1/2018 tentang IUPHHK-HT PT WKS Jambi.

Baca Juga : Frandodi : Lahannya Digusur, Masyarakat Aksi Tanpa Perintah

Kegiatan operasional yang dilakukan oleh PT WKS di lokasi tersebut yaitu proses persiapan lahan tanpa bakar (PLTB) di area bekas panen tahun 2017 yang memasuki daur ketiga.

Sementara, terkait klaim Kelompok Tani Sungai Landai Mandiri (KT SLM), Dinas Kehutanan telah memfasilitasi pertemuan pada 29 September 2020, yang menghasilkan kesepakatan antara KT SLM dan PT WKS untuk bersama-sama menghindari konflik horizontal. Kami mengapresiasi komitmen warga dan KT SLM untuk tidak membuka kebun baru di area konsesi perusahaan, dan PT WKS pun sepakat untuk tidak akan membongkar kebun yang sudah dimiliki secara turun-temurun.

Jika ternyata di kemudian hari masih ada keluhan dari warga yang merasa terdampak dengan kegiatan PLTB diatas, Kami sudah memfasilitasi dengan menyediakan formulir pendataan yang dapat dilengkapi dengan informasi pendukung atas klaim dimaksud, seperti dokumen lokasi, tanaman dan legalitas.

Sementara itu, proses resolusi dengan Kelompok Tani Sungai Landai Bersatu (KT SLB) di lokasi yang sama pun telah mencapai kesepakatan. Difasilitasi oleh KLHK, KT SLB telah menandatangani MoU Penghentian Konflik dengan PT WKS dan bersepakat atas penyelesaian melalui skema Kemitraan Kehutanan. Proses kemudian dilanjutkan dengan verifikasi subjek dan objek sengketa di lapangan oleh tim dari KLHK, Dinas Kehutanan, Dishut & Dukcapil Kabupaten Tebo, PT WKS, dan perwakilan KT SLB. Saat ini, para pihak tengah dalam proses perundingan untuk merumuskan Naskah Kesepakatan Kerja Sama (NKK).

Baca juga : Seperti Tak Tersentuh Negara, PT. WKS Terus Gusur Tanah Petani Tebo

Sebagai hasil akhir proses tersebut, pada 21 Juli 2020, seluruh pihak mulai melakukan proses identifikasi atas 88 titik yang merupakan garapan masyarakat sebagai pertimbangan calon lokasi untuk Kemitraan Kehutanan, yang mencakup kemitraan tanaman pokok, kemitraan tanaman masyarakat, dan program peningkatan ekonomi lainnya.

PT WKS berkomitmen untuk terus mendukung strategi kemitraan kehutanan dan program pembangunan kehutanan Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo dan Provinsi Jambi demi tercapainya situasi yang kondusif bagi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Daerah

Advertisement

Trending

Advertisement
To Top