Connect with us

Ketua PKC PMII Ingatkan KPU dan Bawaslu Jangan Beri Ampun Bagi Pelanggar Pilkada

Pendidikan

Ketua PKC PMII Ingatkan KPU dan Bawaslu Jangan Beri Ampun Bagi Pelanggar Pilkada

SNNJAMBI.COM Jambi – Perhelatan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota, Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan di laksanakan pada 270 Kabupaten/Kota, Provinsi di seluruh Indonesia, tepatnya akan di selenggarakan pada tanggal 9 Desember 2020.

Perhelatan pilkada tahun ini tentunya tidak sama dengan situasi pilkada sebelumnya, karena di laksanakan pada situasi pandemi covid-19 yang melanda di seluruh tanah air, terutama juga di provinsi Jambi.

Banyak nya potensi pelanggaran yang akan terjadi membuat semua elemen ikut menjadi aspek penentu bahwa demokrasi ini akan berjalan baik, salah satunya elemen mahasiswa sebagai elemen kontrol.

Ketua PKC PMII Jambi Hengki tornado, juga ikut memperhatikan serius situasi ini, sebagai kaum intelektual muda akademisi, dia mendorong pilkada ini akan berjalan baik dan sesuai aturannya, selanjutnya “Kepada pihak penyelenggara dalam hal ini KPU, dan Bawaslu, untuk menindak tegas bagi pelaku yang melanggar aturan pilkada yang telah di sepakati bersama, baik dari peserta pilkada, tim sukses, aparat, ASN, bahkan dari pihak penyelenggara sendiri, terutama dalam penerapan protokol kesehatan.” Kata Hengki, Minggu (29/11/2020)

Perhelatan pilkada 2020 khususnya di Provinsi Jambi terdapat ada beberapa yang akan melakukan pemilihan di antaranya, ada 4 pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ( Bungo, Batang Hari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat ) 1 pemilihan Walikota dan Wakil Walikota ( Kota Sungai Penuh ), serta pemilihan gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Jambi.

Situasi ini juga menjadi sorotan bagi PMII, supaya pilkada di provinsi Jambi nantinya akan menghasilkan para pemimpin yang amanah terhadap rakyat, dan terpilih jauh dari tindakan kecurangan.

“Kami akan menjadi kontrol pada setiap kegiatan pemilihan di Kabupaten/Kota, Provinsi di Provinsi Jambi, pada semua tingkatan, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi, kami hanya ingin memastikan bahwa Perhelatan demokrasi ini tanpa ada kecurangan, penindasan, apalagi sampai ada intimidasi satu sama lain di provinsi Jambi, dan meminta KPU agar tidak memberi ampun bagi siapapun yang melanggar aturan pilkada, kami tidak akan segan-segan melaporkan semua pelanggan kepihak yang berwenang.. Ujar Hengki.(*)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pendidikan

Advertisement

Trending