Connect with us

Terkait Dugaan Operasi Senyap, Edi Purwanto : Kita di Fitnah Orang Itu Vitamin

Politik

Terkait Dugaan Operasi Senyap, Edi Purwanto : Kita di Fitnah Orang Itu Vitamin

SNNJAMBI.COM Jambi – Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dirinya yang diduga melakukan operasi senyap dengan salah satu Komisioner KPU inisial (SZ) dan salah satu ketua OKP inisial (IH), bertempat di Uncu Cafe, Kota Jambi, Kamis (17/12/20).

Yang mana di media online tersebut menyebutkan operasi senyap pra pencoblosan dilakukan beragam cara, di antaranya menggelembungkan suara dengan cara mengalihkan suara pasangan 02 (Fachrori-Sayfril) ke jagoan mereka, seperti yang dilakukan di Kecamatan Kotobaru, Kota Sungaipenuh. Kemudian, menghilangkan suara pasangan 03 (Haris-Sani) di Merangin.

Baca juga : Pleno KPU Sungai Penuh Sukses, Eis : Tidak Ada Masalah Semua Saksi Sudah Tanda Tangan

Edi mengatakan dirinya tidak pernah bertemu dengan saudara SZ dan tidak pernah ada wawancara terhadap saya terkait itu.

Kemudian di media itu juga menyebutkan saya mendanai yang mana dananya digelontorkan dari Cek Endra dan itu tidak ada dan tidak seperti itu.

Baca juga : Yatno : Pleno Kota Jambi Selesai Sesuai Jadwal

Dari awal kita sudah komitmen merebut kekuasaan politik dengan cara konstitutional, langkah-langkah Legal, positif, beretika, berakhlak dan tidak curang, itu komitmen kita dari awal.

Karena memang kita sudah diajarkan pak Cek Endra maupun Buk Ratu Munawwarah, biarlah kita dizholimi orang tetapi janganlah kita menzholimi orang.

Kita difitnah orang itu menjadi vitamin bagi kita justru menambah pahala kita, itu yang selalu kita pedomanin.

Hari ini kita masih menunggu hasil resmi dari KPU, bahwa kita masi optimis, C1 kita sudah input, nanti kita lihat pleno kabupaten/kota, Provinsi, baru kita pustuskan.

Kita kan belum tahu, siapa tahu saja yang menang kita. Menang atau kalah patokannya bukan situng, kalau situng itu kan baru sebagai alat ukur, legal formalnya ya di Pleno.

Kemudian ada juga media yang menyebut saya akan membawa ke Mahkamah Kontitusi (MK). Saya tidak pernah mengatakan seperti itu, hanya saja ada satu media mewawancarai saya, dia bilang bahwa menurut informasi diduga pak ketua menggelontorkan uang kepada SZ kemudian diberikan ke IH. Terus saya bilang IH itu siapa, kemudian disebut nama seseorang salah satu ketua OKP.

Kalau SZ ketemu IH itu wajar saja mereka bertemu, mereka satu organisasi, saya juga banyak ketemu, anak PMII, anak HMI setiap saat ketemu saya, ya nggak ada masalah bagi kita, itu pernyataan saya tidak ada yang lain-lain.

Bahkan Edi Purwanto bertemu SZ sebagai aktivis, nggak pernah ngomong begitu. Saya cuma meminta kepada teman-teman, ya sudahlah, kalau sudah lari ke persoalan individu itukan udah lain ceritanya.

Hari ini saya digoreng sedemikian rupa terutama operasi kotor, saya sampaikan yang merilis itulah orang yang kotor, kita tidak pernah seperti itu.

Dan juga saya masih pertimbangkan ada langkah-langkah lain, ada teman-teman advokad muda yang respon kepada saya, terus saya bilang itu teman-teman kita semua. (*/Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik

Advertisement

Trending