Connect with us

Proyek Pipanisasi Dak 2020 di Mendalo Muaro Jambi Jadi Sorotan Dewan

Daerah

Proyek Pipanisasi Dak 2020 di Mendalo Muaro Jambi Jadi Sorotan Dewan

SNNJAMBI.COM Muaro Jambi – Pengerjaan proyek pipanisasi dan pemasangan sambungan meteran PDAM baru Gratis ke rumah-rumas masyatakat menggunakan dana DAK TA 2020 Melalui Bidang Cipta Karya PUPR Muaro jambi menjadi sorotan Anggota Dewan Dapil Jambi luar kota.

Sukarman Bontet Anggota DPRD Muaro Jambi, Fraksi Demokrat dapil Jaluko mengatakan, di saat dirinya turun bersama anggota DPRD dapil jaluko ke lapangan ditemukan pemasangan meteran air Geratis yang seharusnya untuk membantu masyarakat kurang mampu di Muaro Jambi ini, malah tidak ada realisasinya, pemasangan sambungan meteran baru PDAM itu semuanya dialihkan ke developer perumahan sehingga masyarakat yang membutuhkan tidak dapatkan fasilitas bantuan meteran murah tersebut.

“Sejumlah 376 meteran PDAM itu semuanya sudah di pasang ke perumahan dan pihak Cipta Karya tidak berkoordinasi lagi dengan pihak PDAM Tirta Muaro Jambi, selain itu perumahan yang mendapat sambungan baru itu, belum di tempati, belum ada penghuninya,” sebut Sukarman Bontet, Minggu (10/1/2021).

Hal senada juga di ungkapkan Ulil Amri anggota DPRD dari fraksi PAN, Ia menyampaikan hasil evaluasi Dewan di lapangan, ia menyesalkan Kinerja PUPR bidang Cipta Karya Muaro Jambi.

“Bantuan meteran air itu malah di borongkan kepada pihak developer perumahan, sehingga banyak masyarakat Jaluko tidak mendapat sambungan murah dari pemerintah, padahal bupati telah berupaya membantu masyarakat dengan memberi sambungan PDAM baru yang murah, namun kurang didukung oleh pejabatnya PUPR dari bidang cipta karya, dengan mendahulukan kepentingan developer perumahan daripada kepentingan masyarakat. “Sebut Ulil Amri.

Anggota DPRD Fraksi PAN ini juga berharap kepada Bupati HJ,Masnah Busro,SE.Terkait Proyek Dana DAK di Mandalo Dewan Minta Bupati Evaluasi Kadis PUPR dan Kabid Cipta Karya

“Hasil cek kami kelapangan melihat banyak sekali kejanggalan, dan siapa yang salah sementara kabid Cipta Karya menyebutkan sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM namun saat dikonfirmasi dengan pihak PDAM mereka sama sekali tidak diberitahu pihak kontraktor, “Kata Ulil Amri.

Kemudian tambahnya lagi, kegiatan itu atas perintah PUPR langsung mengerjakan proyek itu tanpa berkoordinasi hingga mereka lebih mengutamakan ke perumahan daripada ke masyarakat, mungkin dengan alasan agar proyek dapat selesai dengan cepat.

“Ini kan termasuk visi misi Bupati sesuai janji ibu bupati untuk memperjuangkan masyarakat agar dapat menikmati fasilitas air bersih, dalam hal ini saya menilai PUPR khususnya kepala bidang cipta karya tidak mendukung visi misi Bupati, Untuk mewujudkan program bupati hendaknya bupati mengevaluasi kembali siapa-siapa saja yang mampu bekerja sesuai tupoksinya, apalagi di bidang yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.” Harap Ulil Amri. (Adi).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Daerah

Advertisement

Trending