Kejari Muaro Jambi Panggil DLH Terkait Dugaan SPJ Fiktif dan Tanda Tangan Palsu

 Kejari Muaro Jambi Panggil DLH Terkait Dugaan SPJ Fiktif dan Tanda Tangan Palsu

SNNJAMBI.COM Muaro Jambi- Terkait dugaan Surat perintah perjalanan dinas (SPPD) Fiktif dan dugaan pemalsuan Tanda tangan, Kejaksaan negeri Muaro jambi melalui kasi pidsus sudah memeriksa pejabat tinggi DLH Muaro Jambi dan salah seorang kabidnya.atas dugaan Penyalahgunaan anggaran dan pemalsuan tanda tangan.

Dua Orang pejabat DLH diketahui sudah dua kali dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan SPPD Fiktif dan tanda tangan palsu.

Kasi Intel kejari Ahmad Fauzan selaku juru bicara kejari kepada media ketika ditemui diruangan kerjanya (22/1/2021) membenarkan adanya laporan masuk perihal indikasi adanya Surat perintah perjalanan dinas (SPPD fiktip) dalam perjalan dinas rombongan DLH Muaro jambi ke luar dàerah.

Tidak hanya Pejabat Tinggi Lingkungan hidup, juga diketahui beberapa kepala bidang DLH Muaro Jambi juga terindikasi atas dugaan memalsukan tanda tangan bendahara DLH dan tanda tangan mantan Kepala Dinas untuk keperluan pencairan pembiayaan perjalanan dinas fiktif yang belum jelas kegiatannya.

“Benar ada laporan masuk ke kejari, dan kasus ini sudah di tangani pidsus, namun saya belum berkoordinasi dengan penyidik yang menangani kasus ini, jadi belum tau sampai dimana proses pemeriksaannya,saya belum tau perkembangannya sudah sampai mana, namun sudah dua kali pemanggilan. ” kata Ahmad Fauzan Kasi Intel kejari.

Meskipun begitu ia juga mengatakan prosesnya sudah berjalan saat ini, seperti proses puldata dan pulpaket pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan.untuk keperluan penyidikan.

“Pihak LH sudah dua kali kita panggil yang dipanggil kepala dinas dan salah satu kabidnya terkait dugaan SPJ fiktip dan pemalsuan tanda tangan.dan jika terbukti ada kerugian negara disitu maka akan dikenakan pasal 2 dan pasal 3,” Jelas Ahmad Fauzan .

Untuk melengkapi keterangan kepada media Kasi Intel memanggil Cepy jaksa penyidik tindak pidana khusus untuk menjelaskan sudah sejauh mana perkembangan kasus dan proses penyidikan, dan dari Cepy diketahui proses sudah berkembang namun baru sebatas ke permintaan klarifikasi kepada pihak LH.

“Kasusnya masih kita gali masih dalam proses klarifikasi, masih sebatas dugaan-dugaan saja akan kita gali lagi informasi nya, pihak yang dipanggil juga belum menyampaikan dokumen apa saja yang di palsukan secara spesifik.”Kata Cepy Jaksa penyidik.

Jaksa penyidik menambahkan dalam waktu dekat akan ada pemanggilan kembali pihak DLH untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan kejari meminta pihak DLH untuk melengkapi data dokumen penyelidikan

Pasalnya karena sudah dua kali pemanggilan belum ada dokumen yang dilengkapi oleh pihak DLH. dan pada pemanggilan berikutnya nanti tidak menutup kemungkinan adanya pejabat LH yang lain juga akan ikut dipangil.

(Adi).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *